Monday, March 31, 2014

Tiga Sudut Hujan Pada Suatu Malam




1.Melankoli Kedai Kopi
PERREMPUAN itu melirik arlojinya.Mengaduk-aduk kopi hitam dalam cangkir.Ia mengambil gula, tapi dikembalikan lagi.Menyeruput sedikit ,lalu diletakkan kembali.Ia mengetuk-ngetuk meja dengan jemarinya,kemudian mengeluarkan pensil dan buku kecil berwarna merah.Menulis barisan kata-kata.Kalimat-kalimat.mencoret semuanya. Menulis lagi.Menyeruput kopi lagi.Mencoret satu baris.Menulis lagi.Berkali-kali.
          Perempuan itu menyalakan sebatang rokok dan menghisapnya.Melirik arlojinya lagi.Lalu menatap ke kiri ke luar jendela.Ke arah barisan hujan.Barisan lampu jalan.Barisan mobil.Barisan motor.Barisan Klakson.Ada yang mengambang pada pandangannya yang kosong.Penuh,penuh sekali.
          “Bisa dibuat lebih kental dari yang tadi?” Ia memesan secangkir kopi lagi.Lelaki itu sudah pergi sejak tadi.Meninggalkan sehelai saputangan dan seperempat cangkir cappuccino. Perempuan itu menunggu cukup lama untuk sebuah pertemuan singkat.

          ”Jangan dulu diangkat,”katanya sambil menggengam ujung saputangan. ”Nanti saja,setelah saya pulang,” Ia menghisap rokoknya sekali. Lalu menulis lagi.
          Mungkin sebaiknya lagu dikedai ini saya ganti.Tapi,ia terlihat baik-baik  saja.Kadang Kesedihan memang perlu dinikmati,pikir saya.Saya melihat matanya.masih ada yang mengambang di sana. Sedikit , sedikit sekali. Tapi,tak sepenuhnya pergi.
          Perempuan itu menutup bukunya,lalu melirik arlojinya. Barangkali tulisannya sudah selesai. Ia mengamati panjang. Semua orang sudah pulang. Saya juga harus  pulang. Tampaknya ia mengerti. Ia berdiri, membayar, lalu berjalan keluar. Bukunya tertinggal. Saya memanggil-manggil,tapi ia tak mendengar. Atau pura-pura tak mendenggar.
          Lagu di kedai ini masih sesedih yang tadi. Perempuan itu menyisakan setengah cangkir kopi. Entah kenapa saya begitu ingin mencicipi.






2.Percakapan Lampu Merah

DI LUAR, hujan turun dengan ukuran tanggung. Seperti sepasang kesedihan, tapi yang terisak, bukan meraung. Sederas hujan yang tak berhenti turun di dalam kepala, sampai kami menjadi dua orang yang mencintai,namun sakit karena cuaca.
          Aku punya janji menemui pacarku di sebuah kedai kopi. Tapi,pesan singkat yang baru kuterima membuatku tak ingin kesan lagi
         
          Tapi aku masih menginginkan kita.

          Kuketik pesan itu di sebuah lampu merah berdurasi dua ratus detik. Mengecek balasan darinya dengan tak sabar setiap sepuluh detik. Mematikan radio yang berisik. Kenapa semua lagu jadi menganggu saat kau sedang cemburu?

            Aku pun begitu. Tapi, sekarang kau sudah punya perempuan itu. Perempuan yang harus kaujaga baik baik.

        Dadaku jadi sakit. Lampu berubah hijau. Lalu hijau juga pada perempatan berikutnya, dan berikutnya lagi. Lampu-lampu ini memang tak pernah merah saat dibutuhkan. Aku merasa tengah melawan doa semua orang di sekitarku yang ingin segera pulang.

            Pukul sebegini kau pasti sedang dijalan. Sudah berapa kali kubilang, jangan gunakan ponselmu di lampu merah?

          Aku tak peduli.
          Kupikir aku cukup mencintainya.
Kupikir , akhirnya aku bisa melupakanmu. Ternyata tidak

          Kuhentikan mobil pada lampu merah yang lain.
Hening. Aku butuh jawaban darinya sekarang juga. Dia yang kubutuhkan, bukan siapa pun. Ini harus dihentikan sebelum menjadi semakin rumit. Tepatnya , sebelum dia memutuskan menerima lelaki itu dan aku benar-benar terlambat.
         
          Selesaikan dulu, baru kita bicara  lagi. Tapi, aku tak bisa menjanjikan
apa-apa. Tentukan pilihanmu. Aku pun harus memilih.
Lagi pula, kau harus
ingat, kita tak pernah bisa berhenti bertengkar.

          Aku terdiam. Dia benar—Kami memang terus bertengkar. Kepala kami selalu penuh hujan. Aku harus menentukan pilihan. Sayangnya, terkadang pilihan mana pun dapat membawa kita pada kehilangan.
          Aku tak tahu kehilangan mana yang akan membuatku menyesal.
          Di luar, hujan masih turun meski tipis. Lampu merah sudah habis. Kujalankan mobilku perlahan. Beruntung sekali orang-orang yang tahu ke mana mereka ingin segera pulang.



3.Lelaki yang Membawa Hujan
”AKU mengenalmu sebagai lelaki yang membawa hujan.
          Kita berkenalan di kotamu yang romantis pada sebuah gerimis. Selanjutnya, jalanan selalu basah setiap kita berkencan. Kadang gerimis, kadang deras, kadang sedang-sedang—bahkan saat harusnya kemarau masih panjang.
          Sejak itu, hujan semakin sering membuatku tersenyum. Sederhana saja, hujan selalu mengingatkan aku pada kita. Pada aku yang lebih suka berjalan pelan-pelan dan kau yang tak sabaran. Pada pelukanmu saat aku menggigil kedinginan. Pada ciuman-ciuman yang kita curi diam-diam. Di dalam kamar, di tepi jalan, di tengah taman. Kau membuatku menyukai langit mendung, sebab itu berarti hujan akan segera turun.
          Kecuali mendung dimatamu. Mendung yang, kemudian kusadari, tak pernah pergi dari situ. Kau selalu menatapku dalam-dalam dengan tatapan yang sama:membuata geli di perut tapi dingin di dada. Di sana aku melihat langit berwarna abu-abu tua. Aku tak pernah bisa mengartikannya dan tak pernah ingin bertanya.
          Aku jadi membayangkan kepalamu sebagai  sebuah kota yang selalu hujan. Senyummu kehujanan. Tawamu juga kehujanan. Itu membuatku sedih, juga membuatku penasaran. Aku ingin tahu siapa yang menurunkan hujan dikepala-mu,lalu membuatnya reda.
          Tapi,malam ini akhirnya aku tahu. Dialah yang membuat tatapanmu selalu mendung dan hujan tak pernah berhenti; di kepalamu, lalu di sekitarmu. Siapa dia? Tanyaku. Kau bilang, dia pernah ada, jauh sebelum kita bertemu.
          Mungkin hujan yang sama juga turun di kepalanya, katamu. Lalu,kaubilang semua hujan suatu saat akan berhenti. Kau hanya diam, kemudian tersenyum. Senyum yang hujan, deras sekali.
          Malam ini aku membiarkanmu pergi. Sebab, katamu, mungkin kau memang tak ingin hujan berhenti.”

Pengarang : Disa tannos @jemarimenari

Monday, September 16, 2013

Harus Diperkosa

Negara Adidaya itu kondisinya semakin hancur dan bobrok. Korupsi menjalar diberbagai tingkatan birokrasi setiap lini pemerintahan. Hukum seperti tidak bisa memberantas merebaknya penyuapan,bahkan Presidennya sekalipun, terlibat korupsi ladang minyak letaknya Diberbagai Sumber minyak Asia.
Petinggi hukum tiba-tiba merubah peraturan undang-undang.
        Bagi setiap tersangka, akan dikenakan hukuman,akan di Perkosa wanita cantik dan pria tampan Didalam penjara !
Tak tanggung-tanggung, pengesekusi adalah seseorang  setampan Mikha angelo dan secantik Taylor swift. Para
penghibur sekaligus pengesekusi itu dikerahkan dari seluruh pelosok Negeri, ada yang mau dibayar ada pula yang sukarela,demi menghentikan kekacauan negara adidaya tersebut.

"Ini sinting. Anda kehilangan akal sehat!"

"Lihat saja nanti," timpal si penegak hukum itu.
Setelah peraturan itu berlakukan, beberapa koruptor menyerahkan diri  membawa berkas-berkas uang rakyat yang mereka salahgunakan. Mereka ingin dihukum.
Di penjara itu tidak seperti penjara umumnya, tetapi sebuah ruangan yang super mewah,bersih,dengan kamar mandi bertahtakan permata di setiap sudutnya,lantainya terbuat dari Marmer putih import dari Israel,dilengkapi pemanas ruangan dan pendingin sekaligus.
          Hidup meraka terjamin Disana,tidak ada penyiksaan yang ada hanya kenikmatan bersama para wanita cantik dan pria tampan.Para koruptor itu dicium dan dipeluk setiap hari, bersenang-senang di ruangan tertutup itu dengan fasilitas super mewah. Tak disangka, beberapa diantaranya mulai memikirkan keadaan anak istri mereka. Mereka bukannya semakin senang dan bahagia dari yang mereka inginkan menikmati lekuk tubuh anak cucu Adam dan Hawa,tetapi sebaliknya mereka depresi hingga sakit jiwa karena mendapatkan layanan bintang lima bersama dayang-dayang super cantik dan tampan.
"Kebahagiaan terlalu memuncak dan hilang ingatan membuat mereka sadar ," tukas salah satu Wanita penghibur.

Thursday, July 4, 2013

Stalking enjoyment

Haloo,kayaknya udah satu bulan enggak ngetik disini,maklum Siswa kan banyak tugas tuh.oke tanpa basa-basi gue buka aja topik tulisan gue kali ini tentang STALK yap banyakkan dari kalian yang diem-diem mojok dikamar megang BB kalian apalagi kalo enggak ngeliat TL gebetan,pacar bahkan mantan.Kalo dokter bilang Stalk tuh memiliki kadar narkotika yang membuat seseorang ketagihan*dokter boongan :p,tapi benerkan kalian kalo udah stalking lupa waktu,kenapa gue bisa bicara kayak gini because dulu gue memang mantan seorang Stalker*ups.Stalking tuh emang sangat penting buat seseorang yg lagi PDKT,gimana mau PDKT kalo nama,hobi,kesukaan gebetan kalian enggak tau,Nah! stalking sangat-sangat dibutuhkan.selain dibutuhkan Stalk juga ada taktik tersendiri tapi itu terakhir aja biar baca sampe terakhir :p hehehe
pernah nggak sih buat yg lagi PDKT sms/bbm/mentionnya enggak dibales? pasti jengkel,itu pasti.coba Stalk TLnya BBMnya masih bisa update apa belum?.kalo udah pasti gebetan kalian itu males sama kalin,bener nih.pacaran juga persis kayak gitu,beda lagi sama mantan,kalo mantan kalo masih Stalk tandanya masih sayang,kalo mantan gitu biasanya gengsi doang minta balikan padahal dalem hatinya kesepian gitu hahaha.Stalk diBagi menjadi 3
pertama : Karena sayang
kedua    : Karena nggak sengaja
ketiga    : Karena Kepo
Nah dalam kasus pertama kalian harus sedia pulsa banyak,kuota gede,megang hape mulu.karena apa?kan susah kalo ketinggalan update,kayak orang pacaran"beb,kamu kemana,sama siapa,ngapain!!!!!!!" pusing juga punya pacar kayak satpam.Stalk juga butuh keahlian khusus kita harus ingat,Stalking itu TIMING kalo timing mu kecepeten atau terlalu lambat itu bahaya,kan kalo terlalu lelet ketikung sama gebetannya yg lain gimana?.ini duluu nanti kapan-kapan lanjutin lagi yaaw capek:*

Wednesday, May 15, 2013

DONT LOOK BACK

            Pagi,langit di atas mendung bak payung meneduh jiwa muda kita.Semua bermula kita berlangkah, kita lebih jauh lagi,suara hati kita perlahan sayup-sayup tak terdengar kembali,suara kita bergema tak akan bisa kembali.
             Jangan pernah bertanya kemana secercak puisi yang pernah tergores ketika kita terjepit jarak,kita pernah berpijak kepada satu batu yang sama dan menjaga ketika sesuatu yang kita pijak menjatuhkan,entah apa kita sebut mereka.
            Melantunkah apa kita? tanpa berkata dapat kumengerti.Suara hati kita selalu bernada, bernyanyi bersama tanpa ada rahasia.Cukupkah kita bahagia? meneguk semua setiap dahaga,ataukah kini baru kusadari inilah yang benar terbuka bersama.Hanya saja aku ingin kita duduk bersama didepan meja lipat kecil.Sejenak kita mendekat,jauh lebih dekat menikmati waktu berjalan bukankah kita menyepakati bahwa ...............................

Friday, March 29, 2013

MERAPAL MANTRA,BUKAN CINTA.

Dahulu memang kota ini tak seramai ini atau mungkin jauh lebih tenang apapun fredi katakan tetap saja begitu selalu saja salah,mungkin apa yang saya barusan tulis tentu sangat jauh berbeda antara satu kalimat dengan yang lain.cobalah sejenak,duduk lepas penatmu atau mungkin lupakan walau sejenak.Andai itu mudah.seperti saat di awal pertemuan kita bersebrangan ruang kelas,itu awal yang mudah kupikir lebih mudah dibandingkan membalikan telapak tanganku sendiri.Apapun tentangmu awalnya itu sangat remeh didalam mataku,baju itu sepatu hitammu,kuncir merah itu,ya masih kuingat sangat jelas.Tak terasa perasaan ini masih saja tumbuh subur dan mengeliat di dadaku.Tak sepantasnya kuceritakan dimalam itu,di taman tengah kota berjejerkan rimbun perdu malam,bangku pun pasti berpikir sama ketika kata-kata itu tak pantas untuk keluar,dingin semakin dingin terjerembab sedetik kemudian tidak ada obrolan menyenangkan seperti sebelumnya.hanya ada kekecewaan yang tergores diwajahnya,"kenapa baru sekarang !"jawabnya kurasa malam itu tidak mendung tapi kenapa ada setetes air dipelupuk matanya pikirku,"kenapa kau menangis?" tetap kupalingkan wajahku menuju ketempat jauh dimatanya."aku pikir sejauh ini kumenunggumu ini tidak akan sia-sia,tapi apa ternyata itu semu bagiku",
"maafkan aku,hanya saja pikirku perasaan ini hanya sementara tapi,sungguh diluar kemampuanku ini sangat mengeliat di sini"kurenggut dadaku sendiri."sungguh ini terlambat bagiku untuk melepas lelaki lain untukmu","tak apalah hanya ini yang kubisa ungkapkan,kugengam tangannya dan kurapalkan apa yang pernah waktu bersama dahulu."TIGA ORANG,DUA DUNIA,SATU CINTA".waktuku sudah habis disini bahagia lah bersama manusia yang kau pilih,langit tiba-tiba berbentuk bulat dan wajahn
ku pun bersinar bak marmer,dan menembus bagaikan debu disapu hujan."selamat jalan aiko"

Tuesday, February 19, 2013

BELIEVE

melihat keluar dunia apapun kemungkinan pasti terjadi and I BELIEVE IT.tunggu saja,memang menunggu itu terkadang membosankan,muntahkan setiap prasangka ketika kutanam tindakan pasti kelak nanti akan kutuai,
semua perbuatan baik dan buruk yang kuterima hasil kan sesuai
tapi tuhan tolong jangan biarkan aku melarut dalam kesenangan sesaat,
aku masih ingin terus rasakan pedih yang mengasahku menjadi kuat

ku harus tetap sadari bahwa aku masih berada dibumi
pijakan ku masih lemah and i still pray god don't leave me. (
cuplikan 8ball-yakinku)

Monday, February 18, 2013

REQUEST ,iseng aja sih

 sekarang gue bakal cerita tentang temen satu ini,sebelum cerita awalan aja sih ini pertama gunain kata "gue" soo kalo agak enggak pantes ya maaf-maaf yaa.sebagai pekenalan dia cewek,namanya panjang banget jadi enggak usah gue sebutin namanya kalo gue sebutin sampe besok mungkin belom kelar nulisnyaa.dulu kita pernah satu kelas waktu dan tahunini masih satu kelas juga -__- apa enggak bosen tuh anak sama gue tiga tahun sekelas melulu.tapi engakpapa namanya takdir siapa yg bisa lari *tumben bijak*.sebenernya sih gue tadi udah nulis 5 paragraf eh malah kehapus gitu aja rasanya pinggin nelen aja nih laptop tapi gakpapa deh demi request, sebagai teman yang baik dan budiman ,rajin menabung dan mengaji *ayo fokus*.back to the topic nih anak suka banget nyeramahin gue yah mungkin menurut analisis saya wajah gue sih emang wajah-wajah perlu pencerahan bukan karena item enggak lho mungkin wajah-wajah gue emang salah. pertama kesan gue liat nih anak pendiem,stay cool gitu tapi emang bener kalo nilai orang jangan dari cover dulu,setelah lama kenal akhirnya kedok yang selama ini di sembunyikan akhirnya terbuka juga.pertama-tama gue bakal cerita yang jelek-jelek dulu hahaha tau rasa tuh anak :p semoga aja abis dia baca tulisan gue ini bisa berubah gitu *ngarep*.baru kali ini gue ketemu cewek yang cerewetnya udah nandingin emak gue padahal emak gue kalo udah pidato tuh kayak ada buku kamus besar bahasa indonesia yang segede tangan lo keluar dari mulutnya terus kalo ngomong enggak ada berhentinya ibarat bus,REM nya blong jadi siap nabrak apa aja yang didepannya.terus kalo marah,matanya bersinar merah kayak sharingannya sasuke tatapanya kayak laser aja,lembut membunuh.nah sekarang gatian sisi baiknya doi juga kayak emak gue dari cerewetnya terselip nasehat-nasehat pokoknya  T O P menurut gue,padahal kalo dipikir-pikir emak gue tobat beritau gue, itu emak gue loo. eh dia masih bisa nandingin emak gue,HEBAT !
ada satu hal lagi yang PALING enggak gue seneng doi sukanya MENANG SENDIRI jadi kalo doi salah gue ingetin  yang bener malah gue yang masih tetep aja yang disalah-salahin,nasib nasib.teru satu lagi doi sukanya mukul,nyubit sampe merah,enggak segans segan mukulnya pelan ini enggak cukup sehari sembuh pernah dulu gue sampe rumah, sakit perut gara-gara di tonjok doi.pokoknya dari pertama kenal sampe sekarang ada 3 pasal yang berlaku yaitu
pasal 1 : doi selalu benar
pasal 2 ; gue selalu salah
pasal 3 ;kalo doi salah kembali ke pasal satu
udah ah capek ngetiknya,sekian tunggu cerita selanjutnya ;;;)

Saturday, February 16, 2013

TERTIDUR DIANTARA AWAN

Pagi ini masih seperti biasanya,terbangun dari selimut tua berasap hanya saja sekarang berbeda,rasanya badan ini seperti jatuh dari ketinggian.'darimana saja kau tadi malam?" tersentak menjawab pertanyaan dari ayah,"aku bermimpi bisa melihat diriku tertidur tadi malam yah,bersama kakek, katanya aku akan dijemput bidadari berwajah sepuluh".Dan itu memang benar keesokan harinya setelah pulang dari sawah.
Langit menghujam airnya menuju suatu tempat dimana tak seorang pun dari orang desa yang mengetahui tempat ini.Tempat ini dikelilingi pohon-pohon kuning seperti didalam mimpiku tadi malam dan setiap melangkahkan kaki dekup jantung terasa semakin tertekan gravitasi tempat ini.Sekerlip cahaya dari awan menyinari, tubuhku terasa berkerlip,bercahaya semakin ringan,badan ini melayang perlahan.Rumahku juga terangkat bersamaan dengan semua hewan ternak ayah."ayah,kita akan kemana?","kita akan bertemu dengan ibumu nak."

Friday, February 15, 2013

SECRET-ADMIRER
Terpuruk di gelap tak pernah membuatku terpancang oleh rasa kagum.
DIAM,MELIHAT,MENDENGAR & tentu saja MENGAGUMI.
Meski sudah berjuta galaksi, pesawat tanpa awak mengangkasa akhirnya BUMI ini yang terakhir.
Ikatan inilah yang diciptakan manusia tapi tetap saja berpengaruh.
Berbeda dari mereka.tetap kuselami alam pikir mereka "aku ini siapa?"